kumpulan dikir krakatoa22 mempersembahkan
dengan bertemakan
“JELAJAH” (dari ‘manthiqut thair’, conference of the birds, faridu’din attar)
juara (gubahan
asli)
bagaikan langit dilangsir ribuan kepak
yang menginjak-lonjak mahu jelajah tujuh lembah
ingin dijejak
ke Kaukasus ketemu Simurgh… situ seratus ribu
cahaya nampak gelojak
selamat datang ke musyawarah ini oh hudhud oh
pingki kencana
juga kau muchica, oh nuri, oh merak dan kau elang
mulia
tak lupa si merpati dan rajawali dan bulbul dari
taman cinta
mauduk ingin ketemu raja segala raja yang berdaulat
raja
raja sejati kita tergantung seratus ribu cahaya di
mukanya
di barisan gunung Kaf situlah tempat semayamnya ia
namun jelajah ini bukanlah semudah kembara
lang-lang buana
siang kan bertukar purnama malam kan berganti
gerhana
demi dia yang jatuh bulunya di Cina maka mashyur
seluruh dunia
yengkee
ada yang tak rela melepaskan cinta … gigil-mengigal
takut diduga
diri dihamba di sorga dunia … walau janjinya
khazanah suria
kelantan
ini kisah ribuan marga … kembara nak ketemu si raja
jelajah
rentas khatulistiwa … barisan gunung lingkaran dunia
Simurgh raja segala raja … tiada lidah terucap nama
kesempurnaan dipakainya … keagungan piala hatinya
namun di tengah kelana … gusar mula mengocak jiwa
semput
gelora di dada … denyut nadi berputus asa
dolak-dalih makin bertambah … hudhud masih mengait
kisah
tujuh lembah mesti jelajah … biar ada mula dah
pasrah
pattani
tujuh lembah dijelajah…
sampainya dari satu lembah ke satu lembah…
mereka yang bermusyawarah mula bermuhasabah…
dari mulanya kembara beribu-ribu, hingga banyak
yang hilang musnah
ada ditelan terik, disiksa dahaga dan terbakar
sayap jua alkisah
telah lama mengembara, telah gunung dijajah, telah
lembah dijelajah…
yang sampai hanya 30 dengan tenaga sebutir zarah
termengah-lelah di muka pintu Yang Mulia yang disangka raja
yang ditemu hanyalah sang Simurgh dalam diri mereka
yang dijajah yang dijelajah hanyalah…
matang
yang pertama carilah bagai majnun gilakan laila
dua gelegak api di lembah cinta dan tiga temukan
insaf di dada
empat bebaskan yang disangkar…lima akurkan yang Esa
yang enam mangsa duka dan yang tujuh tenteram di
jiwa
kembara hidup kita bagai jelajah margasatua
mengejar yang sempurna akhirnya ketemu diri
kita
wau bulan
cak tili Kuala Pilah … dia datang si 22
ini kisah tujuh lembah dijelajah … demi bertemu
raja segala raja
_______________________________________________________*Simurgh
: see-mu-rag
lagu
dikir asli: Din Atot
karya
senikata : Farihan Bahron